Bermula dari bingung mo ngapain di dalam pesawat, karena harus estafet 3x ganti pesawat untuk sampe di tujuan. Pertama kali estafet sih masih enjoy, tapi dah masuk pesawat ke-2, dah mulai boring. Teman sebelah bangku, kelihatannya sudah pingin istirahat sebentar, sebelumnya kita sempat ngobrol. Mo baca, mata dan badan lagi kurang mendukung, tapi untuk tidur, koq nggak ngantuk juga.
Akhirnya dengan semangat iseng dan selalu melihat sesuatu dengan cara yang lain, mencoba menggali apa sih yang bisa dimanfaatkan di dalam pesawat untuk berpromosi?
Dengan perjalanan min 1 jam, mo lihat keluar yang ada juga cuma awan putih, teman bicara juga kurang, maka ini adalah peluang untuk memapar penumpang dengan informasi produk atau perusahaan selama min 1 jam!
Penutup Bagasi
Hhhmmm…. Ini yang pertama kali saya lihat, tutup bagasi di atas kepala sepanjang kursi penumpang yang masih polos, membuat gatal bertanya dalam hati, “Bisa nggak ya kalo tutup bagasi di atas kepala itu di pasang branding/promo produk tertentu”? Kan seru tuh… misal yang ditempel di sana misalnya produk minuman atau rokok malah. Dalam 1 jam orang dipaksa melihat brand produk tersebut terus menerus, lumayan untuk meningkatkan brand awareness.
Sandaran kepala
Dulu seingat saya memang sudah ada yang melakukan ini, kalo nggak salah ada satu produk kosmetik. Mereka menempelkan penutup sandaran kepala, yang tujuannya agar bisa dibaca oleh penumpang yang dibelakangnya. Jadi meski ditempel di sandaran kepala kita, yang akan bisa mebaca adalah penumpang yang ada dibelakang kita.
Meja Tempat makan.
Posisi yang satu ini bisa menguntungkan bisa tidak. Soalnya kalo dulu kita naik pesawat pasti kita dikasih makan or snack. Kalo sekarang, dikasih air mineral gelas 1 biji atau permen aja sudah syukur.
Meja tempat makan yang untuk kelas bisnis letaknya di depan penumpang saya lihat bisa sebagai media promosi. Selama duduk, penumpang akan melototin terus bagian bawah meja tempat makan yang terlipat.
Yah… kalo disitu nggak boleh, mungkin bisa di alas meja makan, saat meja itu kita buka dan menerima makanan/snack. Lumayan ada kesibukan tersendiri loh… Sambil makan snack, kita bisa lihat informasi yang tersaji di alas meja tempat makan. Sosro dan Mc Donald’s sudah melakukan ini. Kalo Sosro ngasih alas meja dari plastic yang sifatnya semi permanent, Mc Donald’s pasti akan memberikan alas kertas di atas baki pesanan kita. Informasi yang cukup sering berganti ini, membuat orang ingin tahu apa sih isinya???
Katalog, brosur, booklet
Yang sering saya perhatikan, kalo orang masuk ke dalam pesawat, pasti sebagian besar akan (sempat) membongkar isi kantong di depannya dibawah meja tempat makan yang terlipat. Biasanya kita akan menemukan buku doa, petunjuk keselamatan dan majalah internal maskapai penerbangan yang kita tumpangi.
Hei… Kenapa nggak dimasukkan juga disana informasi yang lebih bersifat product knowledge atau portofolio dari suatu produk atau perusahaan? Atau malah bisa juga majalah internal perusahaan diluar maskapai tersebut.
Misalnya nih… Untuk perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, financial consulting, investment. Karena perusahaan-perusahaan ini bukan seperti beli HaPe yang cukup kita tahu spek-nya, kisaran harganya, kita sudah bisa beli. Para calon pelanggannya harus diedukasi dulu, mulai dari hal-hal basic, seperti istilah, konsep “bermain”, naik ke produk yang ada, sampai prospek yang bisa diperoleh.
Dalam waktu yang ada, sekitar 1 jam, pelanggan akan ada kesempatan untuk melihat ini, syukur kalo sempat mempelajari, dan goal nya adalah ikut bergabung.
Majalah internal dari perusahaan lain rasanya juga asik kalo di taruh disitu juga. Kenapa? Karena dengan majalah ini selaian brand awareness, akan lebih bisa membangun company trust dan brand. Misalnya aja di sisipkan majalah dari perusahaan tambang dan energi bisa sebagai bentuk Public Relation dari perusahaan-perusahaan yang banyak didemo, atau untuk menaikkan citranya.
Gang pesawat
Saya nggak tahu menyebutnya sebagai apa. Yang saya maksud disini adalah tempat orang berjalan dari depan menuju ke belakang pesawat. Lahhh… Di sini bisa kita ibaratkan sebagai catwalk! Kalo perjalannnya cukup lama, kita bisa manfaatkan space ini. Bisa untuk act performance, demonstrasi, dan sosialisasi. Kalo saya nggak salah, space ini pernah dipake oleh grup musik Coklat untuk launching album “Segitiga”, mereka me launch album mereka di atas pesawat!
Gang ini bisa (menurut saya) juga dipake untuk kegiatan sales dan promo loh…Kalo saat ini di maskapai yang tidak menyediakan snack dan snack itu ternyata dijual. IMHO, bisa aja yang menjual snack disitu adalah para sales dari suatu perusahaan F&B. Jadi pesawat sudah diperlakukan seperti toko retail, dimana para SPG bukan hanya dari karyawan retail shop tersebut tapi juga dari perusahaan produsen.
Pramugari
Wardrobe yang dipakai oleh para pramugari bisa jadi media promosi yang bagus lho…. Gimana kalo pramugari punya kostum seperti pit crew yang banyak branding dengan produk sponsor? Wah pasti seru! Tapi sebaiknya nggak banyak-banyak yang nempel, nanti malah bingung untuk membacanya.
Mungkin ide ini agak susah untuk maskapai yang tidak meneraplan Low Cost Carrier, seperti Singapore Airlines, Lufthansa, Garuda, Cathay Pacific,dll. Maskapai penerbangan ini mereka sudah mengedapakan kualitas layanan dan kenyamanan. Tapi untuk maskapai penerbangan seperti Air Asia dan Wings Air, saya rasa bisa dipakai.
Eh tapi ini semua hanya pandangan dari orang promo. Saya nggak tau dari sisi peraturan penerbangan dan keselamatan penumpang aturannya seperti apa. Tetapi tetap… Buka Mata, Buka Telinga, Selalu ada peluang!